Selasa, 17 Januari 2017

PAK MARPU, 42 TAHUN BERJUALAN KUE PUTU

Kapuas (17/1/17)
Sore itu cuaca cukup sejuk, anak-anak bermain dengan ceria. Lamat-lamat, dikejauhan terdengar suara peluit. Si bungsu segera menghampiriku. "Ayaah, ayaaaah, beli kuwe....beli kuwe...!" sahutnya setengah berteriak.
"Kue apa nak?" tanyaku.. "Tu....tu..." serunya sembari menunjuk penjual putu yang mulai nampak di ujung jalan. Aku pun memanggil penjual putu yang sudah sangat berumur itu.
Sembari menanti si bapak menyelesaikan pekerjaannya, aku mengajak beliau bercakap-cakap.
Beliau memperkenalkan dirinya sebagai Pak Marpu, asal Brebes, Jawa Tengah. Menurut pengakuannya, usia beliau sekarang sudah 78 tahun. Aku hanya melongo mendengar uraian beliau. Usia sudah setua itu, tetap saja beliau menjalani profesinya dengan senang hati.
"Sudah berapa lama pak jualannya?" tanyaku.
"Sudah sejak tahun 1975 mas." jawab beliau membuatku terkejut. Berarti beliau sudah 42 tahun melakukan aktivitasnya berjualan kue putu.
"Hasil jualannya cukup kah pak untuk membiayai keluarga?"
"Yaa alhamdulillah, dicukup-cukupkan lah mas." jawab beliau sambil tersenyum
"Putra-putri bapak berapa jumlahnya?"
"Anak saya semuanya 7 orang mas. Sekarang cucu saya sudah ada 6 orang." jawab beliau sembari memasukkan bahan putu ke dalam potongan bambu yang segera diletakkan beliau di cerobong uap.
Dalam hati aku berdecak kagum melihat ketangguhan Pak Marpu yang sudah 42 tahun bertahan dengan profesinya sebagai penjual kue putu.
Semoga Allah swt meridhoi segala amal sholih beliau dan menjadikan dagangan beliau selalu berkah dan laris. Amiin yaa rabbal aalaamiin.

Kamis, 12 Januari 2017

BEGINI BAHAYANYA KALAU GAMBUT KERING


Jakarta (12/1/17)
Alhamdulillah, tepat pukul 08.15 wib pesawat yang tumpangi mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta dengan sempurna. Mentari cerah menyambut kedatangan saya di pagi cuaca cerah. Saya pun segera menuju pintu keluar bersama para penumpang yang lain yang nampak bergegas.
Akhirnya saya keluar dari pintu kedatangan terminal I-A. Setelah berkirim whatsapp dengan rekan saya Pak Toto dari HDI Center, akhirnya dengan berjalan kaki, saya menuju terminal I-C tempat kami berjanji untuk bertemu dan berkumpul dengan rekan-rekan HDI yang lain dari seluruh Indonesia.
Saat tiba di halte Terminal I-C saya bertemu dengan Ir. Karta Sirang,M.Sc., mantan Dekan Fakultas Kehutanan Universitas Lambung Mangkurat, Kalimantan Selatan.
Banyak hal yang kami bicarakan.

Selasa, 20 Desember 2016

Mengatasi Komputer Tidak Bisa Download Dari Internet

Anda mungkin pernah bingung dan panik ketika komputer atau laptop Anda tidak bisa melakukan proses download meski sudah terpasang aplikasi Internet Download Manager (IDM) dan sinyal internet cukup kuat.

Saya pun pernah mengalaminya dan sempat kesal juga ketika berkali-kali aplikasi IDM tidak mau melaksanakan tugasnya karena habis masa pakainya. Saya pun akhirnya mencari berbagai sumber untuk mencari rujukan guna mengatasi hal tersebut. Sayangnya, semuanya justru menyarankan untuk mendownload ulang apliasi IDM. Saya mikirnya,"Bagaimana mau mendownload ulang kalau IDM-nya expired?"

Akhirnya saya sadar, bahwa dulu kita lancar-lancar saja melakukan aktivitas downloading tanpa adanya aplikasi-aplikasi manajemen download. Akhirnya saya bisa menyelesaikan masalah tersebut dengan 4 langkah mudah berikut ini;


Selasa, 13 Desember 2016

Waspada Virus Cacar Air (Varicella-Zoster Viruses)

Kapuas, (13/12)

Akhir November yang lalu, badan putra kedua kami muncul bintik-bintik putih. Awalnya saya mengira putra kami terserang flu singapura. Dugaan itu bukan tanpa alasan karena salah satu teman satu kelasnya di sekolah juga terserang flu singapura tadi. Namun keesokan harinya, istri saya curiga karena bintik-bintik putih itu membesar dan bertambah banyak. 
Sorenya kami kedatangan teman, dr. Hj. Tri Setyautami. Istripun langsung menceritakan apa yang menimpa putra saya dan bu Tri langsung masuk kamar. Dan tidak lama kemudian diagnosa beliau menyatakan kalau putra kami menderita penyakit cacar air (vericella zooster).

30 Tahun, Warung Makan Jontama Bertahan

Palangkaraya @(10/16)
Alhamdulillah, setelah shalat subuh dan  menyiapkan sekolah Mas Anan (12 th) dan Abang Adil (9 th) tepat pukul 05.30 saya bersama istri dan Adek Qq (3 th) meluncur ke Palangkaraya setelah terlebih dulu menjemput dua orang sahabat.
Tepat pukul 08.00 wib kami tiba di Kota Cantik Palangkaraya. Sesaat saya sempatkan menengok ibu sebelum meluncur ke Kantor DPW Partai Keadilan Sejahtera untuk mengantarkan istri menghadiri rakor partai.
Karena istri dan sahabatnya belum sempat sarapan, akhirnya kami mampir ke warung makan Jontama yang terletak di Jl. G. Obos (sebrang AMIK Palangkaraya).
Warung makan yang sederhana ini menyajikan berbagai menu sarapan hingga menu makan berat seperti mie, nasi goreng, sop/soto ayam hingga sop buntut.
Sambil menikmati secangkir white cofee saya ngobrol sama Pak Suharjono sang pemilik warung makan.
Berdasarkan penuturan beliau, usaha warung makan ini sudah dijalaninya sejak masih bujang (sekitat tahun 86-an). Namun saat itu menunya baru nasi goreng.
"Pertama kali saya berjualan di Sebrang Mitra Plaza Banjarmasin." kata ayah satu putra kelahiran Pati, Jawa Tengah ini.
Ihwal nama Jontama ini menurut beliau merupakan singkatan nama beliau dan anak semata wayangnya.
Luar biasa, meskipun terlihat kecil namun jalan rezeki warung makan itu terus mengalir untuk menghidupi keluarga kecilnya. (sm1016)